Hari Pertama MATABA SMA DTBS Putri: Membuka Gerbang Perjalanan Ilmu dan Akhlak

Langit cerah dan semangat baru mengiringi langkah para santri baru SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri pada hari pertama MATABA (Masa Ta’aruf Santri Baru), Senin (14/7). Momen ini menjadi tonggak awal dimulainya perjalanan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritualitas.

 

Kegiatan MATABA Day 1 diawali dengan pembiasaan ibadah dan internalisasi tata nilai Daarut Tauhiid, yang menjadi bagian integral dari kehidupan pesantren. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keikhlasan ditanamkan sejak hari pertama sebagai bekal santri dalam menapaki kehidupan berasrama dan bersekolah.

 

Suasana khidmat terasa saat dilaksanakan Upacara Pembukaan MATABA, sebagai simbol dimulainya fase baru para santri dalam menuntut ilmu. Setelah itu, santri mendapatkan pematerian dari tim kesiswaan dan pengasuhan mengenai “Karakteristik Santri DT”, yang mengajak mereka memahami jati diri santri Daarut Tauhiid: pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan selalu berusaha dekat dengan Allah SWT.

 

Tak kalah penting, santri juga diajak menyelami nilai-nilai adab menuntut ilmu melalui kajian “Ta’lim Muta’allim” yang disampaikan oleh Ustadz Sapria Muhammad. Materi ini menjadi pengingat bahwa keberkahan ilmu bukan hanya dari banyaknya hafalan atau prestasi, tetapi juga dari akhlak terhadap guru, teman, dan ilmu itu sendiri.

 

Hari pertama ditutup dengan Orientasi Medan dan sesi mentoring bersama Kakak Among dan Musyrifah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membangun kedekatan, serta memberi ruang bagi santri baru untuk bertanya dan berbagi cerita tentang hari-hari awal mereka di lingkungan baru.

 

Muhammad Lutfi Iskandar, Humas SMA DTBS Putri, menyampaikan harapannya, “Semoga ananda senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT, serta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menuntut ilmu di SMA DTBS Putri. Aamiin.”

 

Hari pertama ini bukan sekadar pengenalan, tetapi sebuah ikhtiar serius dalam menanamkan pondasi ruhiyah, intelektual, dan sosial bagi para santri baru. Dengan semangat yang terus menyala, mereka siap melanjutkan hari-hari berikutnya dalam proses menjadi insan yang bertauhid dan berakhlak mulia. (Dian Safitri)