BANDUNG – Sabtu (12/7) menjadi hari penuh haru dan harap di lingkungan SMA Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Putri. Para orang tua dan santri baru Tahun Ajaran 2025/2026 berkumpul dalam kegiatan Pertemuan Orang Tua dan Serah Terima Santri, sebuah momen penting yang menjadi tonggak awal dalam perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter para santri.
Sejak pagi, suasana hangat telah terasa di lingkungan sekolah. Tahapan pra kegiatan diawali dengan proses check-in, labeling barang pribadi, pemeriksaan barang bawaan, hingga penitipan uang saku, semua dilakukan dengan tertib dan penuh perhatian. Para orang tua juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan wali asuh, membangun jembatan komunikasi yang akan menguatkan sinergi dalam mendidik para santri ke depan.
Memasuki kegiatan inti, acara dibuka dengan pengenalan komite sekolah, diikuti oleh penjelasan program pendidikan dan pembinaan karakter khas SMA DTBS Putri. Tak hanya itu, para orang tua juga diperkenalkan pada struktur manajemen sekolah, wali kelas, serta wali asuh yang akan menjadi pembimbing putri-putri mereka selama menempuh pendidikan di asrama.
Puncak acara adalah serah terima santri dari orang tua kepada pihak sekolah, sebuah momen emosional yang sarat makna. Tangis haru mengiringi keikhlasan para orang tua melepas putri tercinta untuk menempuh jalan ilmu dan tarbiyah di lingkungan yang menekankan nilai-nilai tauhid, kemandirian, dan akhlakul karimah. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon perlindungan dan kemudahan bagi seluruh santri dalam proses belajar mereka.
“Semoga ananda senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT serta diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menuntut ilmu di SMA DTBS Putri,” ujar Muhammad Lutfi Iskandar, Humas SMA DTBS Putri, penuh harap.
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni formal, tetapi merupakan awal dari ikatan spiritual dan emosional antara keluarga dan lembaga pendidikan. Dengan semangat kebersamaan dan doa yang mengiringi, para santri kini siap menapaki babak baru dalam kehidupan mereka sebagai pencari ilmu dan pembawa kebaikan. (Dian Safitri)